
magisterhki.pasca.uin-suska.ac.id-Di tengah kian derasnya arus informasi dan meningkatnya ketegangan komunikasi di ruang digital, nilai-nilai kesantunan berbahasa menjadi urgensi yang perlu digali kembali. Isu krusial inilah yang dibawa oleh Fatimah Azzahro, mahasiswa Program Magister (S2) Hukum Keluarga Islam (HKI) Konsentrasi Tafsir Hadis, saat menempuh ujian tesis pada Selasa, 14 Juli 2026. Berlokasi di Ruang Ujian B2 Pascasarjana UIN Suska Riau, Fatimah mempresentasikan karya ilmiahnya yang bertajuk “Soft Spoken Dalam Perspektif Al-Quran dan Relevansinya dengan Komunikasi Digital (Studi Tematik Konseptual terhadap Ayat-Ayat Al-Qawl Al-Hasan)”.
Dalam tesisnya, Fatimah mengupas fenomena komunikasi digital yang seringkali abai terhadap kesantunan. Ia melakukan studi tematik konseptual terhadap ayat-ayat Al-Qawl Al-Hasan (perkataan yang baik) dalam Al-Qur’an, dan menarik benang merah relevansinya terhadap pola interaksi masyarakat di media sosial saat ini. Baginya, konsep soft spoken atau tutur kata yang lembut dan santun bukan sekadar etika sosial, melainkan perintah ilahiah yang memiliki implikasi besar dalam menjaga kedamaian di ruang siber.
Proses ujian yang berlangsung khidmat tersebut merupakan puncak dari kerja keras Fatimah di bawah arahan dua pembimbing yang kompeten di bidangnya. Selama proses penyusunan, Fatimah mendapatkan bimbingan intensif dari Dr. Hidayatullah Ismail, Lc., MA selaku pembimbing pertama dan Dr. Agustiar, M.Ag. sebagai pembimbing kedua. Pendampingan ini memastikan bahwa riset yang dilakukan Fatimah tetap berpijak pada metodologi tafsir yang kokoh sekaligus memiliki bobot praktis yang kuat untuk menjawab tantangan zaman.
Keberhasilan ujian ini tidak hanya menjadi catatan akademik bagi Fatimah Azzahro secara pribadi, namun juga menjadi kontribusi nyata bagi dunia akademis UIN Suska Riau. Melalui penelitian ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya etika berkomunikasi berbasis nilai-nilai Qur’ani dapat semakin luas diterapkan, terutama dalam menjaga atmosfer komunikasi yang sehat dan beradab di tengah gempuran teknologi informasi.